Dari Gambar 2D Terputus ke 5D BIM Terintegrasi
Bagaimana kontraktor mengubah gambar AutoCAD, model SketchUp, jadwal, dan spreadsheet biaya menjadi alur kerja BIM yang terkoordinasi.
Latar Belakang Perusahaan
Kontraktor bangunan menengah hingga besar yang mengirimkan proyek komersial, perawatan kesehatan, perumahan, dan industri. Perusahaan memiliki kemampuan pelaksanaan lapangan yang kuat, tetapi tim prakonstruksi dan kontrol proyeknya masih sangat bergantung pada gambar 2D, spreadsheet, perhitungan kuantitas manual, dan alat perencanaan terpisah.
Gambaran Bisnis
- •+850 karyawan
- •Pendapatan tahunan +IDR 3,6 T
- •10–14 proyek aktif per tahun
- •Nilai proyek rata-rata +IDR 300 Miliar–1,2 T
- •Layanan utama: kontraktor umum, koordinasi desain, pengadaan, dan pengiriman konstruksi
Kebutuhan Bisnis Utama
- •Mengonversi gambar 2D menjadi model BIM terkoordinasi
- •Meningkatkan akurasi pengambilan kuantitas untuk tender dan pengadaan
- •Menghubungkan informasi model dengan jadwal dan perencanaan biaya
- •Mengidentifikasi tabrakan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai
- •Menciptakan visibilitas yang lebih jelas atas anggaran, ruang lingkup, dan garis waktu proyek
TANTANGAN
Informasi proyek tersebar di AutoCAD, SketchUp, spreadsheet, dan alat penjadwalan. Hal ini menyebabkan revisi yang tidak konsisten, perhitungan kuantitas yang berulang, deteksi tabrakan yang terlambat, dan perkiraan biaya tender yang tidak akurat.
SOLUSI
BIMAGE menerapkan alur kerja BIM terintegrasi 2D–5D, menghubungkan model BIM terkoordinasi dengan deteksi tabrakan, pengambilan kuantitas, jadwal konstruksi, dan biaya proyek.
HASIL
Kuantitas dan biaya dapat dihitung lebih akurat, membantu kontraktor menyusun proposal tender yang lebih kompetitif, mengidentifikasi tabrakan lebih awal, dan mendapatkan visibilitas yang lebih jelas terhadap jadwal dan anggaran proyek.
Siap Mentransformasi Proyek Anda?
Mari diskusikan bagaimana BIMAGE dapat membantu Anda mencapai hasil yang lebih baik dengan solusi konstruksi digital.